Gunung yang direkomendasikan bagi Pendaki Pemula

Banyak sekali gunung di Indonesia , bahkan ada ratusan gunung di Indonesia. Beberapa di antara gunung-gunung tersebut adalah gunung berapi. Tetapi bagi para pendaki, semua gunung menarik untuk didaki. Meski demikian, para pendaki pemula harus tahu diri. Jangan coba – coba langsung menjajal gunung yang memiliki lintasan sulit. Mereka bisa menjajal beberapa gunung yang lumayan “gampang” didaki jika baru pertama ingin merasakan nikmatnya mendaki gunung.

1. Gunung Papandayan
1948187_10200690979397173_1879854764_n
Gunung Papandayan yang terletak di Garut, Jawa Barat, itu memiliki pemandangan alam yang sangat indah. Di gunung berapi yang memiliki ketinggian 2665 meter di atas permukaan laut itu terdapat beberapa kawah yang terkenal. Di antaranya Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk yang mengeluarkan uap dari sisi dalamnya. Keindahan hamparan bunga-bunga edelweis yang terdapat di pondok saladah
1452353_4936999203087_349694986_n
Dan terdapat banyak sumber air di gunung ini , jadi tidak perlu cemas bila kehabisan air minum.
1920090_10200690937516126_1458564485_n
1902955_10200548460194282_1772628432_n

2. Gunung Gede – Pangrango
tngp
Termasuk dalam kategori gunung yang direkomendasikan bagi pendaki pemula. Naik dari Cibodas, Jawa Barat.Gunung ini memiliki ketinggian 2958 mdpl , trek yang dilewati cukup landai. Tak hanya keindahan alamnya yang menakjubkan, di gunung ini terdapat sumber air seperti air panas, air terjun Cibereum, telaga biru dan alun – alun Cibodas. Ada juga alun – alun Surya Kencana di Gede dan Mandalawangi di Pangrango.
10489967_10201295332705628_6187275102886475131_n
Meski dianggap mudah, agar pendaki pemula tak pernah menganggap remeh sebuah gunung. Banyak hal yang harus disiapkan sebelum memulai pendakian seperti perlengkapan, logistik. Tetapi yang paling penting bagi pemula adalah tahu kondisi medan, cari info di internet. Jangan sampai buta beneran soal gunung yang akan didaki.

Meski pemula tetap ingat Safety Procedure yah..

“Tinggalkan jejak kakimu, bukan yang lain. Bawa pulang foto/gambar jangan yang lain..”

cc : https://g4d4adventure.wordpress.com

Advertisements

Asal-muasal Edelweiss

1011677_3868420726482_535754638_n
Darimana Asal Bunga Edelweis? Pertanyaan yang menggelitik. Apakah bunga Edelweis ada yang menanamnya atau dia tumbuh begitu saja dengan sendirinya? Family Asteraceae memiliki karangan bunga, dan menghasilkan banyak sekali bunga generatif. Oleh angin, serbuk – serbuk bunga yang berisi bunga – bunga generatif di terbangkan dan disaat mendapat media yang tepat akan tumbuh dan berkembang.
Pertumbuhan Edelweiss tergolong cepat, walau hanya memiliki tinggi 1 meter, akan menghasilkan bunga – bunga generatif yang melimpah. Di daerah yang sama sekali tidak terusik, seperti pegunungan, Edelweis mampu tumbuh hingga 8 m dan dengan batang yang kokoh.

Dari kajian ekologis, Edelweiss memiliki peran sebagai pioneer dalam revegetasi dan suksesi. Menjadi tanaman pertama yang tumbuh dan menghasilkan unsur – unsur hara sebagai media tumbuh tanaman lain. Selain tanaman perintis, Edelweiss menjadi “cover corp” atau tanaman penutup yang mampu menahan hempasan air hujan dan laju permukaan, sehingga meminimalisir terjaginya erosi.

Disisi lain, banyak serangga yang hidup didalam bunga untuk sekedar menghisap nektar atau berlindung didalam rimbunya dedaunan.

Di lokasi yang bukan habitat aslinya, Edelweiss akan mengalami gangguan pertumbuhan. Di lokasi tersebut, Edelwess terlihat dengan daun dan bunga yang tak serimbun di pegunungan, dan terkesan kurus. Namun adanya pembatas faktor lingkungan tak menghalangi Edelweiss untuk tetap hidup, yakni dengan beradaptasi walau dengan pertumbuhan yang tidak normal.

Sungguh perjuangan yang tidak mudah bagi Edelweis agar tetap hidup dilingkungan barunya. Yang menjadi ancaman, bukanlah kondisi lingkungan, tetapi yang ditakutkan adalah ulah tangan jahil yang tidak bertanggung jawab.

Menjadi pertanyaan sekarang, bisakah kita menjaga dan mengapresiasi tanaman eksotis tersebut. Jangan gara – gara dengan embel – embel bunga keabadian lantas memetik dan mempersembahkan kepada kekasih, percuma tak ada yang abadi kecuali bunga plastik yang perlu ratusan tahun agar terurai.

Naif juga jika memetik Edelweiss sebagai wujud ketulusan cinta, sebab Edelweis sudah lebih tulus dari cinta siapapun, sebab dia rela menjadi yang pertama untuk sebuah kehidupan.

Jangan tanyakan tentang perjuangan untuk Edelweiss, karena bunga ini harus benar – benar survive agar mampu menjadi yang pertama dalam suksesi dan revegetasi. Bijak sekali juga kita bisa belajar dari Edelweiss ini bagaimana tentang keabadian, ketulusan dan pengorbanan, baik kepada orang terkasih, sesama dan alam ini, seperti yang ditunjukan Edelweiss dalam habitatnya.

cc : https://g4d4adventure.wordpress.com